Antara Tradisi dan Tuntunan Syariat
Dalam Islam, ibadah harus berlandaskan dalil yang jelas dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Namun, dalam beberapa kasus, ada praktik ibadah yang berkembang di masyarakat meskipun tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat. Salah satu di antaranya adalah shalat Roghoib yang sering dikaitkan dengan bulan Rajab.
Apa Itu Shalat Roghoib?
Shalat Roghoib dikenal sebagai shalat yang dilakukan pada malam Jumat pertama di bulan Rajab, tepatnya antara shalat Maghrib dan Isya. Sebelum melaksanakan shalat ini, dianjurkan untuk berpuasa sunnah pada hari Kamis sebelumnya. Shalat Roghoib terdiri dari 12 rakaat, dengan bacaan tertentu dalam setiap rakaatnya:
- Membaca Al-Fatihah 1 kali,
- Membaca surat Al-Qadr 3 kali,
- Membaca surat Al-Ikhlas 12 kali.
Setelah selesai shalat, seseorang dianjurkan untuk membaca shalawat Nabi sebanyak 70 kali.
Tinjauan Syariat: Tidak Ada Dalil yang Shahih
Berdasarkan penelitian para ulama, tidak ada satu pun hadits shahih yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ pernah melakukan atau menganjurkan shalat Roghoib. Bahkan, tidak ditemukan riwayat yang menunjukkan bahwa para sahabat, tabi’in, dan salafush shalih pernah mengamalkan shalat ini.
Ath-Thurthusi dalam kitabnya Al-Hawadits wal Bida’ menyatakan bahwa shalat Roghoib termasuk ibadah yang tidak memiliki dasar dalam Islam. Hal ini juga dikuatkan oleh banyak ulama lainnya, seperti Ibnul Jauzi yang menyebut shalat ini sebagai bagian dari bid’ah, yaitu amalan yang diada-adakan dalam agama.
Mengapa Harus Berhati-hati?
Islam adalah agama yang sempurna, dan semua bentuk ibadah sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Melaksanakan ibadah yang tidak memiliki dasar bisa berisiko, di antaranya:
Menghabiskan tenaga untuk sesuatu yang tidak berpahala
Shalat adalah ibadah yang sangat utama dalam Islam, tetapi jika dilakukan tanpa tuntunan yang benar, maka bisa menjadi sia-sia.Menambah ajaran baru dalam agama
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:"Barang siapa mengada-adakan sesuatu dalam urusan (agama) kami ini yang bukan darinya, maka ia tertolak." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjauh dari sunnah yang benar
Jika seseorang menghabiskan waktunya untuk ibadah yang tidak ada dalilnya, maka ia bisa lalai dari ibadah yang benar-benar diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Kesimpulan
Sebagai seorang Muslim, kita harus selalu memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah. Shalat Roghoib, meskipun dikenal di beberapa kalangan, tidak memiliki tuntunan yang jelas dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, lebih baik fokus pada ibadah yang disyariatkan, seperti shalat lima waktu, shalat sunnah rawatib, tahajud, dan ibadah lain yang memiliki dasar kuat dalam agama.

0 Response to "Antara Tradisi dan Tuntunan Syariat"
Post a Comment